Jumat, 06 Februari 2015

alat super teknologi

Alat Super Untuk Masa Depan Yang Sebaiknya Tidak Pernah Tercipta

Ketika zaman semakin maju, maka tidak terpungkiri lagi akan ada alat super canggih untuk membantu manusia di masa depan yang akan mempermudah kehidupan manusia. Hal itu akan membawa dampak positif bagi manusia karena semakin mempermudah hidup manusia di muka bumu ini. Selain ada dampak posotifnya, ada juga dampak negatif bagi kehidupan manusia dan kelangsungan hidup Bumi kita. Ada beberapa alat super canggih yang sebaiknya tidak tercipta, mari kita lihat apa saja yang sebaiknya tidak tercipta di bumi ini untuk masa depan. Cekidot !!

1. Mesin waktu

Coba bayangkan jika kita bisa sesuka hati meloncat kesana kemari ke masa yang kita inginkan, seru pastinya. Tetapi jika kita telah menjelajah ke 40 tahun lalu dan anda jatuh cinta dengan seorang gadis cantik, tetapi di masa depan ternyat agidi cantik itu adalah orang yang melahirkan ibu anda. Bagaimana perasaan anda??

2. Alat replikasi

Bayangkan jika dengan adanya alat replikasi ini, anda tidak akan merasa kekurangan karena anda bisa menduplikat benda yang anda miliki sesuka hati anda. Anda bisa mendupikat makanan, baju, atau yang lain. Anda tidak perlu uang lagi pastinya karena sudah ada alat replikasi ini. Tapi bagaimana jika setiap orang di dunia ini bisa menggandakan apa yang dia miliki. Tidak akan dibutuhkan lagi yang namanya uang, pekerjaan, bahkan berhubungan sosial dengan sesama. Apa bisa manusia hidup dengan cara seperti itu?

3. Alat teleportasi

Tentu enak bukan jika kita bisa ke eropa dengan sangat cepat dan besoknya bisa langsung kembali ke indonesia dengan cepat pula. Tak perlu naik pesawat dan tak perlu menghabiskan waktu yang lama untuk perjalanan. Tapi bagaimana jika alat ini disalah gunakan oleh terori?? Dengan cepat teroris memasuki istana negara dan meledakkannya dengan cepat pula. Apakah negara bisa hidup aman dengan alat super canggih seperti ini??

4. Prediksi masa depan

Bukankah hebat jika kita bisa memprediksi apa yang terjadi di masa depan, contohnya jika terjadi krisis ekonomi, kita bisa mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Tetapi apa yang akan terjadi jika alat ini mengetahui prediksi akan terjadi sebuah peperangan, dan yang memiliki alat ini akan membantu sekutunya dalam perang. Pasti akan terjadi malapetaka besar jika masa depan bisa di prediksi. Tidak akan ada kejutan dari kehidupan yang kita jalani bukan??

5. Kecerdasan buatan

Beberapa film dan buku sering sekali membahas robot, benda yang bisa melayani dan mengerjakan apa saja untuk kita, dan hal ini menjadi sesuatu yang sangat kita impikan dan menakjubkan bukan di mata kita? Salah. Bayangkan jika robot itu sudah ada. Kemudian, setiap tahun akan berkembang dengan prosesor yang lebih tinggi dua kali lipat, tapi ukurannya dan harganya setengah kali lebih kecil. Itu artinya, dalam waktu 20 puluh tahun, kita sdh bisa membeli sebuah robot yang lebih cerdas dari otak manusia seharga 1$. Sekarang, siapa yang merupakan spesies yang superior?

6. Pembekuan Cryogenic (Cryogenic Freezing)

Nah, ini adalah teknologi medis yang saat ini sebenarnya sudah mulai dikembangkan. Setiap tahun, puluhan orang dipilih untuk dibekukan, kemudian dicairkan kembali dengan harapan kemajuan medis ini dapat menyembuhkan penyakit yang mereka miliki, proses ini telah dilakukan dalam beberapa dekade. Hebat bukan? Salah. Nah, anggaplah bahwa benar setiap orang bisa disembuhkan, dan bisa hidup selamanya. Kemudian, apa yang akan terjadi dengan Populasi yang ada di dunia? Bayangkan jika tidak satupun dari kita akan meninggal, bagaimana overpopulasi yang akan terjadi.

7. Mobil terbang

Awalnya saya juga berpikir bahwa Mobil Terbang adalah hal yang patut dimiliki di masa depan. Kenapa? Karena hal ini mungkin bisa memecahkan masalah kemacetan yang sering kita alami di jalanan, itulah saat-saat yang menyebalkan, benar bukan? Salah. Mobil Terbang hanya akan menambah banyak masalah jika ditemukan. Masalah-masalah itu diantaranya: bagaimana membuat jalur kendaraannya di udara, bagaimana peraturan-peraturan yang harus ditetapkan, dan bayangkan bagaimana tingkat kecelakaannya jika ada banyak kendaraan berterbangan di udara, ditambah lagi, bayangkan polusi dan tingkat keborosannya, terutama bahan bakar yang harus digunakan.

Anda sudah tau tentu betapa merepotkannya alat super canggih untuk masa depan dunia kita. Tapi tentu ada alat modern yang tentu tidak memberikan dampak negatif yang dahsyat untuk kelangsungan hidup manusia. 

Jumat, 23 Januari 2015




Berita Militer Indonesia


Akhirnya Rusia Tawarkan Offset dan ToT Alutsista untuk Indonesia

Su-35 paling di favoritkan oleh masyarakat sebagai pengganti F-5E/F TNI AU.
Su-35 paling di favoritkan oleh masyarakat sebagai pengganti F-5E/F TNI AU.

 



 










Gara-gara sering disebut pelit untuk urusan ToT (transfer of technology), membuat pemerintah Rusia harus mengambil strategi lain agar pemasaran produk alutsista yang ditawarkan ke Indonesia bisa terus mulus, tak tergerus oleh kompetisi keras dari pemasok asal Korea Selatan, Eropa Barat dan AS yang rajin menawarkan skema ToT k ke Indonesia. ToT menjadi isu yang krusial, mengingat pemerintah Indonesia telah mensyaratkan harus adanya ToT dalam tiap produk alutsista yang di impor
 
Tawaran produk Rusia yang menjadi fokus perhatian utama adalah Sukhoi Su-35 BM, sebagai calon pengganti jet tempur F-5 E/F Tiger II TNI AU, pembelian gelombang kedua tank amfibi BMP-3F dan kapal selam diesel listrik Kilo Class. Terkait hal tersebut, otoritas Rusia dan pemerintah Indonesia akhirnya berikrar untuk menandatangani perjanjian kerjasama produksi alutsista. Dikutip dari Janes.com (15/1/2014), rencana kerja sama ini sudah disusun dalam draft perencanaan untuk ditindak lanjuti dengan negosiasi industri pertahanan Indonesia.

Pembicaraan antara Indonesia dan Rusia dibuka 2014 lalu saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin disela-sela pertemuan APEC tahun 2014 lalu. Dilanjutkan dengan Delegasi JSC Rosoboronexport dari Rusia yang dipimpin oleh Director General of JSC Rosoboronexport Anatoly P. Isaykin mengunjungi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI Ediwan Prabowo di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan rencana ini berpusat pada pengembangan skema offset pertahanan yang mencakup transfer teknologi, produksi bersama di Indonesia untuk komponen dan struktur, serta pembentukan pemeliharaan, perbaikan, dan pusat layanan perbaikan alutsista di dalam negeri.


Tuesday, January 20, 2015

Multi Role Tanker Transport: Solusi Air Refuelling Aneka Jet Tempur TNI AU


Urusan daya jelajah menjadi penting bagi keberadaan jet tempur TNI AU, maklum wilayah udara yang harus di-cover terbilang ekstra luas. Meski ada beberapa pangkalan (Lanud) aju untuk mendukung operasi jarak jauh, tapi dalam prakteknya menyiapkan pangkalan aju belum tentu efektif dan dibutuhkan waktu untuk segala macam persiapan guna menerima kedatangan jet tempur dari pangkalan utama.

 Bagi jet tempur TNI AU, seperti Sukhoi Su-30 MK2 Flanker dan Hawk 200, jangkauan jelajahnya bisa dimaksimalkan dengan fasilitas air refuelling system. Agar diketahui, TNI AU lewat Skadron Udara 32 sejak 1961 telah mengoperasikan dua unit KC-130B Hercules, yakni jenis pesawat angkut berat C-130 Hercules yang punya kemampuan multi purpose, salah satunya sebagai pesawat tanker udara. KC- 130B Hercules mampu ‘menyusui’ di udara lewat teknik hose. Dengan teknik hose, pesawat tempur penerima harus menggapai drogue, berupa parasut kecil untuk proses air refuelling. Dalam pola ini, pesawat penerima yang harus aktif mencari ‘puting susu’ dari tanker tersebut.


MRTT Solusi Untuk Semua Jet Tempur

Menyadari peran strategis dari air refuelling, mengingat jet tempur TNI AU pengganti F-5 E/F Tiger nanti juga pasti punya kemampuan air refuelling, maka mantan KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pernah menyampaikan bahwa TNI AU tengah mengajukan pengadaan pesawat tanker kelas MRTT (Multi Role Tanker Transport). Hal tesebut disampaikan Ida Bagus dalam acara Exit Briefing sebelum mengakhiri masa tugasnya sebagai KSAU di Mabesau, Cilangkap (8/1/2015).

F/8-18 Super Hornet AU Australia dengan A330 MRTT.
F/8-18 Super Hornet AU Australia dengan A330 MRTT.
Tail boom di Airbus A330 MRTT.
Tail boom di Airbus A330 MRTT.
Pod air refuelling pada hard point sayap untuk teknik pengisian hose.
Pod air refuelling pada hard point sayap untuk teknik pengisian hose.
Kemudian menjadi menarik perhatian, apa itu MRTT? Secara sederhana bisa disebut MRTT adalah pesawat tanker yang berasal dari platform pesawat jet sipil (wide body). Selain punya peran sebagai pesawat tanker, MRTT dapat pula disulap untuk kebutuhan angkut personel dan Medevac (medical evacuation). Skema multi purpose-nya tak beda dengan KC-130 Hercules TNI AU. Tapi karena punya dimensi lebih besar, maka kapasitas bahan bakar (avtur) yang bisa digelontorkan di udara juga lebih banyak. Dan yang paling penting, MRTT dapat mengusung dua teknik air refuelling, baik teknik hose dan boom. Alhasil nantinya semua jet tempur TNI AU, termasuk F-16 pun akan punya kepak sayap lebih kuat di udara.